Indonesia | English | العربية

MTBM Baitul Mu’min dan PMI Kota Bandung Gelar Bakti Sosial Donor Darah

 

Bandung, Masjid Baitul Mu’min tidak hanya menjadi tempat jamaah beribadah, tetapi juga menjadi ruang kepedulian, tempat warga menyumbangkan darah untuk sesama. Bakti Sosial Donor Darah digelar Majelis Taklim Baitul Mu’min (MTBM) bekerja sama dengan PMI Kota Bandung, pada Ahad pagi (17 Mei 2026). 

uasana pagi Masjid Baitul Mu’min tampak lebih hidup dari biasanya. Area serambi yang luas ditata menjadi tempat pelayanan donor darah. Kursi antrean, meja pemeriksaan, perlengkapan medis, dan kursi donor disiapkan dengan rapi. Para petugas PMI Kota Bandung sigap melayani peserta, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, hingga proses pengambilan darah.

Di salah satu sudut, sejumlah peserta duduk menunggu giliran dengan wajah santai. Ada yang memegang formulir, berbincang dengan sesama jamaah, dan ada pula yang tersenyum saat berinteraksi dengan petugas kesehatan. Suasana kegiatan terasa tertib, tetapi tetap hangat. Donor darah hari itu tidak terasa seperti pemeriksaan medis yang kaku, melainkan seperti pertemuan keluarga besar jamaah yang sedang bergerak bersama untuk membantu sesama.

Para pendonor yang sudah memenuhi syarat tampak berbaring di kursi donor. Petugas medis memeriksa kondisi mereka dengan teliti, memasang alat dengan hati-hati, dan memastikan peserta tetap nyaman selama proses berlangsung. Di tengah aktivitas itu, terlihat semangat kepedulian. Setiap peserta hadir untuk memberi bagian kecil dari dirinya bagi orang lain yang membutuhkan.

Kehadiran jamaah, pengurus majelis taklim, relawan, dan petugas PMI membuat suasana semakin akrab. Senyum dan canda ringan terdengar dari peserta yang sedang menunggu. Beberapa pendonor bahkan tampak tetap ceria setelah menjalani pemeriksaan. Pemandangan itu menunjukkan bahwa donor darah bukan hanya kegiatan kesehatan, tetapi juga ruang silaturahmi dan pembelajaran tentang kepedulian sosial.

Ketua Majelis Taklim Baitul Mu’min, Ustadzah Leni Tresnawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat kepedulian jamaah. Menurutnya, majelis taklim tidak cukup hanya menjadi ruang pengajian, tetapi juga hadir dalam aksi nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, kegiatan Bakti Sosial Donor Darah Majelis Taklim Baitul Mu’min bekerja sama dengan PMI Kota Bandung berjalan lancar. Kami bersyukur karena jamaah dan warga sangat antusias. Setetes darah yang disumbangkan para pendonor sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Leni Tresnawati.

Kegiatan ini diikuti oleh 96 pendaftar. Setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan dan kelayakan donor, sebanyak 84 labu kantong darah berhasil terkumpul. Sementara itu, 12 orang belum dapat mendonorkan darah karena tidak memenuhi persyaratan kesehatan pada saat pemeriksaan.

Sebelum kegiatan dilaksanakan, panitia telah menyampaikan sejumlah persyaratan kepada calon pendonor. Peserta donor harus berusia 17 sampai 65 tahun, memiliki tekanan darah normal, tidak sedang mengonsumsi obat-obatan atau antibiotik tiga hari sebelum donor, serta beristirahat cukup sehari sebelumnya.

Bagi pendonor perempuan, panitia juga mengingatkan agar tidak sedang haid, hamil, atau menyusui. Setiap calon pendonor juga diminta membawa KTP, SIM, atau kartu identitas lain sebagai kelengkapan administrasi. Ketentuan tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan pendonor dan kualitas darah yang akan diberikan kepada penerima.

Leni menuturkan, jumlah 84 labu darah menjadi capaian yang patut disyukuri. Di balik angka itu, ada niat baik para pendonor, kerja sama pengurus, dukungan PMI Kota Bandung, dan semangat jamaah yang ingin menjadikan masjid sebagai pusat kebaikan.

“Jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh pendonor yang telah berpartisipasi. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak dan Ibu semua dengan kesehatan, keberkahan, dan pahala yang berlipat,” tutur Bu Leni.

Apresiasi juga datang dari PMI Kota Bandung. PMI Kota Bandung menyampaikan ucapan terima kasih kepada Keluarga Donor Darah Masjid Baitul Mu’min dan seluruh peserta donor yang telah berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Ketua PMI Kota Bandung, Ade Koesjanto, dan Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Bandung, Dr. Hj. Uke Muktimanah, MH.Kes. menyampaikan bahwa para penerima manfaat mungkin tidak dapat berterima kasih secara langsung kepada pendonor, tetapi niat baik para pendonor menjadi bagian dari kebaikan yang sangat berarti.

“Atas nama mereka yang telah tertolong dan terselamatkan jiwanya, kami menyampaikan terima kasih kepada para pendonor. Tuhan Yang Maha Kuasa mengetahui niat baik Bapak, Ibu, dan Saudara, dan semoga membalas semua kebaikan tersebut,” Kata Ade Koesjanto 

Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Bandung, Dr. Hj. Uke Muktimanah, MH.Kes., juga berharap kerja sama donor darah dengan Masjid Baitul Mu’min dapat terus berlanjut. PMI menilai kegiatan seperti ini penting karena kebutuhan darah di masyarakat terus ada setiap hari.

“Kami berharap pada masa yang akan datang kegiatan donor darah ini tetap terjalin dengan baik. PMI Kota Bandung menunggu informasi kegiatan donor darah selanjutnya,” Ucap Uke. 

Bagi Majelis Taklim Baitul Mu’min, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai keislaman dapat diwujudkan melalui aksi kemanusiaan. Kepedulian, tolong-menolong, dan menjaga kehidupan sesama tidak berhenti pada dakwah, tetapi bergerak dalam tindakan nyata.


 

© Masjid Baitul Mu'min