Indonesia | English | العربية

Panitia Idul Adha Masjid BM Matangkan Persiapan Kegiatan Qurban



Bandung,
Panitia Qurban 1447 H Masjid Baitul Mu’min Jatiendah, Cilengkrang, Kabupaten Bandung, kembali mematangkan persiapan pelaksanaan ibadah qurban melalui rapat koordinasi kedua (9 Mei 2026. Rapat ini membahas kesiapan teknis, pendataan pequrban, kebutuhan perlengkapan, pengelolaan lingkungan, hingga pengaturan distribusi daging qurban kepada jamaah dan warga.

Ketua Dewan Penasihat Masjid Baitul Mu’min, Ustadz Heru Heryanto, menegaskan bahwa kegiatan qurban bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bagian dari pelayanan masjid kepada jamaah dan masyarakat sekitar. Menurutnya, kepanitiaan qurban harus menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, terutama karena hewan qurban berasal dari kepercayaan para pequrban dan warga.

“Kegiatan qurban ini menjadi bagian dari pelayanan kepada jamaah dan warga. Tujuan kepanitiaan adalah memberikan layanan terbaik kepada jamaah serta menunaikan amanah dari para pequrban dan warga,” ujar Ustadz Heru Heryanto dalam arahannya.

Ustadz Heru juga menyampaikan bahwa area qurban perlu dilihat sebagai ruang yang memiliki fungsi berkelanjutan. Selain digunakan untuk penyembelihan hewan qurban setahun sekali, area tersebut diharapkan dapat berfungsi sebagai ruang terbuka hijau atau RTH bagi warga pada hari-hari biasa.

Ia turut menekankan pentingnya pengelolaan sampah dalam pelaksanaan qurban tahun ini. Panitia diarahkan untuk meminimalkan produksi sampah, khususnya sampah plastik, serta menggunakan bahan pembungkus yang lebih ramah lingkungan dan mudah diurai.

Ketua DKM Masjid Baitul Mu’min, Ustadz Uwes Fatoni, menyampaikan bahwa pelaksanaan qurban tahun ini sejalan dengan visi besar masjid sebagai pusat pemberdayaan jamaah. Ia menilai kegiatan qurban harus menjadi bagian dari ikhtiar membangun masjid yang bertumbuh, melayani, dan peduli terhadap lingkungan.

“Visi kita adalah menjadi masjid yang bertumbuh dan jamaah berdaya. Ke depan, Masjid Baitul Mu’min juga harus menjadi masjid yang go green, masjid yang peduli lingkungan,” kata Ustadz Uwes Fatoni.

Dalam arahannya, Ustadz Uwes meminta panitia menyiapkan poster informasi mengenai jumlah hewan qurban yang sudah terdaftar. Informasi tersebut dinilai penting agar jamaah mengetahui perkembangan pendaftaran sekaligus memahami batas waktu kolektif hewan qurban.

Ia juga menyoroti pentingnya penyusunan timeline kegiatan pada hari penyembelihan. Menurutnya, alur kerja yang jelas akan membantu setiap seksi bekerja lebih tertib, cepat, dan terkoordinasi sejak persiapan, penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pembungkusan, hingga distribusi.

Salah satu perkembangan penting dalam rapat tersebut adalah rencana adanya bantuan mesin filter air dari jamaah. Dengan adanya filter tersebut, air keran di area masjid diharapkan dapat diolah menjadi air minum sehingga mendukung kebutuhan panitia, jamaah, dan kegiatan masjid ke depan.

Ketua Panitia Qurban 1447 H, Ustadz Aji Jatmika, menyampaikan bahwa waktu menuju hari pelaksanaan tinggal sekitar tiga pekan. Karena itu, ia meminta seluruh koordinator dan anggota seksi meningkatkan intensitas koordinasi, baik di internal divisi maupun melalui grup panitia agar setiap perkembangan dapat diketahui bersama.

“Kita bersyukur karena Allah amanahkan kita menjadi panitia qurban. Ini adalah bagian dari jalan berkhidmat dan berjihad melalui pelayanan kepada jamaah,” ujar Ustadz Aji Jatmika.

Ustadz Aji menyampaikan bahwa target panitia tahun ini adalah 10 ekor sapi. Hingga rapat kedua, berdasarkan laporan seksi pendaftaran pequrban, sudah terkumpul tujuh ekor sapi dan sedang menuju sapi kedelapan, dengan satu orang yang sudah masuk dalam proses kolektif.

Dari sisi administrasi, sekretaris panitia melaporkan bahwa surat izin peminjaman lahan kepada RT 07 dan RT 08 di sekitar area qurban sudah disampaikan. Selain itu, file pedoman penyusunan dokumen, format pendataan, serta dokumen pendukung lainnya sedang disusun untuk memperkuat tata kelola kepanitiaan.

Bendahara melaporkan bahwa saldo kas panitia saat ini berada di angka sekitar Rp9,2 juta. Sementara itu, kebutuhan anggaran atau RAB kegiatan diperkirakan mencapai sekitar Rp18 juta, sehingga setiap seksi diminta menyampaikan kebutuhan dana secara terukur kepada bendahara.

Koordinator lapangan menyampaikan bahwa kerja bakti akan dilaksanakan pada 24 Mei untuk pemasangan tiang-tiang dan persiapan area qurban. Apabila terdapat perlengkapan yang masih diperlukan, setiap seksi diminta segera berkoordinasi dengan tim korlap atau seksi perlengkapan, khususnya kepada Bapak Agus Kurnia atau Bapak Hendi.

Seksi penyembelihan melaporkan bahwa sejumlah alat utama sudah tersedia, termasuk golok tajam, alat peroboh sapi, dan perlengkapan pendukung lainnya. Tim penyembelihan akan melibatkan beberapa petugas, di antaranya Ustadz Aji, Bapak Waluyo, Bapak Heru, Bapak Hendi, dan Mas Anfa.

Panitia menilai proses penyembelihan perlu dilakukan lebih efisien dibanding tahun sebelumnya. Jika penyembelihan satu ekor sapi sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 30 sampai 40 menit, tahun ini panitia berharap alurnya dapat dibuat lebih rapi tanpa mengabaikan aspek keselamatan, kebersihan, dan ketentuan syariah.

Selain aspek teknis, penyembelihan sapi pertama juga diusulkan untuk didokumentasikan sebagai sarana edukasi dan syiar kebaikan. Panitia juga membuka kemungkinan bagi pequrban yang ingin menyembelih sendiri hewan qurbannya, namun tetap dengan pendampingan dan pengawasan agar proses penyembelihan sesuai koridor syariah.

Seksi pengulitan, konsumsi, pembungkusan, perlengkapan, penurunan daging, perecahan, pemotongan tulang, distribusi, keamanan, transportasi, shalat Id, dan dokumentasi turut menyampaikan perkembangan masing-masing. Beberapa poin yang dibahas antara lain kesiapan dua tim pengulitan, konsumsi untuk kerja bakti dan takbiran, penggunaan goodie bag untuk pequrban, tersedianya 1.000 lembar plastik go green, kebutuhan pendataan pequrban, serta pengaturan distribusi agar lebih tertib.

Rapat juga membahas keterlibatan unsur RT, relawan, lembaga masjid, Tarka, dan Prestasi dalam pelaksanaan qurban. Para ketua RT mengusulkan pengiriman tiga orang utusan untuk membantu pada hari pelaksanaan, sementara seksi distribusi menegaskan pentingnya data lengkap pequrban, panitia, relawan, dan warga agar pembagian daging dapat berjalan lebih adil, tertib, dan tepat sasaran.

Melalui rapat koordinasi kedua ini, Panitia Qurban 1447 H Masjid Baitul Mu’min menegaskan komitmen untuk menyelenggarakan qurban secara amanah, tertib, efisien, ramah lingkungan, dan berorientasi pada pelayanan jamaah. Dengan persiapan yang semakin matang, kegiatan Idul Adha tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ibadah penyembelihan hewan qurban, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan, kepedulian sosial, dan gerakan masjid peduli lingkungan.
© Masjid Baitul Mu'min