Bandung, Majelis Taklim Baitul Mu’min (MTBM) menggelar kegiatan Rihlah MTBM dan Latihan Manasik Haji di Plaza Haji Al-Qosbah dan Galeri Rasulullah Masjid Al-Jabbar Bandung, Kamis, (14/5/2016). Kegiatan tersebut diikuti para pengurus MTBM sebagai bagian dari agenda pembinaan sekaligus mempererat ukhuwah antaranggota majelis taklim.
Suasana kebersamaan sudah terasa sejak awal keberangkatan. Para peserta berangkat bersama menggunakan kendaraan odong-odong menuju kawasan wisata religi di Gedebage, Kota Bandung.
Setibanya di Plaza Haji Al-Qosbah, peserta langsung mengikuti simulasi manasik haji dengan bimbingan Mutawif sekaligus Ketua DKM Baitul Mu’min Jatiendah Cilengkrang Kabupaten Bandung, Ustadz Uwes Fatoni.
Kegiatan manasik dimulai dengan niat ihram, thawaf mengelilingi replika Ka’bah, sa’i antara Safa dan Marwah, hingga tahalul.
Tidak hanya itu, peserta juga diajak memahami tahapan ibadah haji secara lebih lengkap melalui praktik di area replika tenda Mina, tenda Arafah, Muzdalifah, hingga prosesi melempar jumrah di Jamarat. Simulasi tersebut membuat peserta dapat merasakan gambaran suasana ibadah haji secara lebih nyata dan terarah.
Kegiatan manasik berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta tampak mengikuti setiap arahan dengan serius, namun tetap dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan. Banyak di antara peserta yang baru pertama kali mencoba praktik manasik secara langsung menggunakan replika fasilitas ibadah haji.
Ketua MTBM, Leni Tresnawati, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar wisata religi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat sinergi antarpengurus dalam menjalankan program organisasi ke depan. Menurutnya, kebersamaan di luar forum formal penting untuk membangun kekompakan tim.
Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan rihlah dan manasik haji ini, para pengurus diharapkan semakin dekat satu sama lain sehingga komunikasi dan koordinasi dalam menjalankan kegiatan majelis taklim dapat berjalan lebih baik dan harmonis.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membangun silaturahmi antar pengurus MTBM agar semakin solid dan lebih bersinergi dalam melaksanakan kegiatan serta program kerja majelis taklim,” ujar Leni Tresnawati, M.Pd.
Sementara itu, Ustadz Uwes Fatoni menilai praktik manasik seperti ini penting untuk memberikan pemahaman yang lebih mudah kepada jamaah mengenai tata cara ibadah haji. Menurutnya, pendekatan praktik langsung lebih efektif dibanding hanya penjelasan teoritis di ruang kajian.
“Ketika praktik dilakukan secara langsung, peserta bisa lebih memahami alur ibadah haji mulai dari ihram, thawaf, sa’i, hingga tahalul. Ini menjadi pembelajaran yang lebih membekas,” kata Ustadz Uwes Fatoni di sela kegiatan.
Usai mengikuti manasik haji, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Galeri Rasulullah yang berada di kawasan Masjid Al-Jabbar. Di lokasi tersebut peserta melihat berbagai artefak, visual sejarah Islam, serta perkembangan dakwah dari masa Nabi Muhammad SAW hingga penyebaran Islam di Jawa Barat.
Galeri Rasulullah menjadi ruang edukasi yang menarik bagi peserta karena menyajikan perjalanan sejarah Islam secara visual dan interaktif.
Beberapa peserta tampak antusias mengamati replika peninggalan sejarah Islam dan membaca informasi mengenai perkembangan peradaban Islam dari masa ke masa.
Kegiatan rihlah tersebut juga menjadi momentum refleksi spiritual bagi para pengurus MTBM. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan itu diharapkan mampu meningkatkan semangat dakwah dan kebersamaan dalam menjalankan aktivitas keumatan di lingkungan Masjid Baitul Mu’min.