Menjelang pelaksanaan Sholat Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah sebelum berangkat ke tempat sholat. Salah satu sunnah yang cukup dikenal adalah tidak makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan Sholat Idul Adha.
Ketentuan ini berbeda dengan pelaksanaan Sholat Idul Fitri. Pada Idul Fitri, umat Islam justru disunnahkan makan terlebih dahulu sebelum berangkat sholat. Sementara pada Idul Adha, yang lebih utama adalah menunda makan sampai selesai melaksanakan sholat Id.
Lalu, apa dalil yang menjelaskan sunnah tidak makan sebelum Sholat Idul Adha? Sampai kapan anjuran ini berlaku? Berikut penjelasannya.
Dalil Sunnah Tidak Makan Sebelum Sholat Idul Adha
Melansir laman Rumaysho, salah satu amalan sunnah sebelum Sholat Idul Adha adalah menunda makan. Anjuran ini memiliki keterkaitan dengan ibadah kurban, khususnya bagi umat Islam yang memiliki kemampuan untuk berkurban.
Dengan tidak makan terlebih dahulu, seorang muslim dianjurkan menjadikan makanan pertamanya pada hari Idul Adha berasal dari daging hewan kurban setelah selesai sholat Id dan penyembelihan dilakukan.
Dalil mengenai anjuran ini terdapat dalam hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya. Ia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ
Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berangkat shalat 'ied pada hari Idul Fithri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat 'ied baru beliau menyantap hasil qurbannya." (HR. Ahmad 5: 352.Syaikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Penjelasan serupa juga terdapat dalam kitab Al-Mughni karya Ibnu Qudamah. Dalam kitab tersebut, beliau menukil pendapat Imam Ahmad yang menyebutkan bahwa pada Hari Raya Idul Adha dianjurkan tidak makan sampai selesai sholat Id, kemudian menyantap daging kurban.
قال أحمد: والأضحى لا يأكل فيه حتى يرجع إذا كان له ذبح، لأن النبي صلى الله عليه وسلم أكل من ذبيحته، وإذا لم يكن له ذبح لم يبال أن يأكل. اهـ.
Artinya: "Imam Ahmad berkata: 'Saat Idul Adha dianjurkan tidak makan hingga kembali dan memakan hasil sembelihan qurban. Karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam makan dari hasil sembelihan qurbannya. Jika seseorang tidak memiliki qurban (tidak berqurban), maka tidak masalah jika ia makan terlebih dahulu sebelum shalat id." (Al Mughni, 2: 228)
Sementara itu, Ibnu Hazm menjelaskan bahwa makan sebelum Sholat Idul Adha tidak menjadi masalah. Namun, menunda makan hingga dapat menyantap daging kurban dinilai sebagai pilihan yang lebih baik.
وإن أكل يوم الأضحى قبل غدوه إلى المصلى فلا بأس، وإن لم يأكل حتى يأكل من أضحيته فحسن، ولا يحل صيامهما أصلا
"Jika seseorang makan pada hari Idul Adha sebelum berangkat shalat 'ied di tanah lapang (musholla), maka tidak mengapa. Jika ia tidak makan sampai ia makan dari hasil sembelihan qurbannya, maka itu lebih baik. Tidak boleh berpuasa pada hari 'ied (Idul Fithri dan Idul Adha) sama sekali." (Al Muhalla, 5: 89)
Meski demikian, penting dipahami bahwa tidak makan sebelum Sholat Idul Adha bukan berarti berpuasa. Sebab, berpuasa pada Hari Raya Idul Adha hukumnya haram.
Maksud dari anjuran tersebut adalah menunda makan sementara waktu sampai selesai melaksanakan Sholat Id dan, bagi yang berkurban, menyantap daging kurbannya. Hal ini berbeda dengan puasa yang dilakukan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat tertentu.
Batas Waktu Tidak Makan pada Hari Idul Adha
Berdasarkan dalil-dalil di atas, sunnah tidak makan sebelum Sholat Idul Adha berlaku sampai pelaksanaan sholat Id selesai. Setelah sholat selesai, umat Islam diperbolehkan makan, terutama dengan menyantap daging hewan kurban bagi yang melaksanakan kurban.
Namun, anjuran ini lebih ditekankan bagi orang yang memiliki hewan kurban. Tujuannya agar makanan pertama yang dikonsumsi pada hari Idul Adha berasal dari hasil sembelihan kurbannya sendiri.
Adapun bagi orang yang tidak berkurban, tidak ada larangan untuk makan sebelum Sholat Idul Adha. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam pendapat ulama bahwa makan sebelum sholat bagi yang tidak memiliki kurban tidak menjadi masalah.
Demikian penjelasan mengenai dalil dan batas waktu sunnah tidak makan sebelum Sholat Idul Adha. Semoga bermanfaat.
