Bandung — Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitul Mu’min bersama Raudhatul Athfal Baitul Mu’min (RABM) menggelar pertemuan untuk membahas peningkatan kualitas lembaga pendidikan di lingkungan Masjid Baitul Mu’min. Pertemuan dilaksanakan pada Senin, 8 Juni 2026, pukul 11.00–13.00 WIB, bertempat di Ruang Kelas Raudhatul Athfal Baitul Mu’min.
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua DKM Baitul Mu’min Ustaz Uwes Fatoni, Bendahara DKM Bapak Haris Solihin, Kepala RABM Bunda Leni Tresnawati, serta para guru RABM, yaitu Bunda Intan, Bunda Rina, Bunda Tia, dan Bu Aji.
Dalam pertemuan itu, Kepala RABM dan para guru menyampaikan sejumlah kebutuhan dan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan pendidikan. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain keterbatasan ruang belajar karena masih berbagi penggunaan ruangan dengan MDTA, perlunya SOP penggunaan ruangan, inventarisasi perlengkapan RABM, serta kebutuhan legalitas kelembagaan.
Kepala RABM, Bunda Leni Tresnawati, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas lembaga pendidikan membutuhkan dukungan tata kelola yang lebih tertib dan terintegrasi.
“RABM membutuhkan penataan yang lebih baik, mulai dari penggunaan ruangan, inventaris barang, legalitas guru dan kepala sekolah, hingga penguatan administrasi siswa. Dengan dukungan DKM dan yayasan, kami berharap RABM dapat berkembang lebih tertib, mandiri, dan semakin dipercaya masyarakat,” ujar Bunda Leni.
Selain itu, proses izin operasional RA juga masih menunggu penyelesaian sertifikat masjid. Untuk sementara, RABM masih menginduk kepada RA lain. Kondisi ini berdampak pada nama RA Baitul Mu’min yang belum tercantum dalam ijazah resmi Kementerian Agama, serta bantuan BOPRA yang masih harus berbagi dengan RA induk.
Dalam pembahasan tersebut juga disampaikan pentingnya standar honor guru, penerbitan SK kepala sekolah dan SK guru dari yayasan, serta penyediaan meja atau ruang kepala sekolah. Sementara itu, proses SPMB atau Pendaftaran Siswa Baru RABM dimulai pada bulan Juni. RABM juga akan mengadakan pentas seni siswa pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Ketua DKM BM, Ustaz Uwes Fatoni menegaskan bahwa lembaga pendidikan di lingkungan masjid perlu dikelola secara lebih sistematis, baik dari sisi administrasi, data, maupun pengembangan pembelajaran.
“DKM Baitul Mu’min ingin lembaga pendidikan seperti RABM dan MDTA tidak hanya berjalan secara rutin, tetapi juga tumbuh menjadi lembaga yang tertata, berkualitas, dan adaptif. Karena itu, pendataan guru dan siswa, kehadiran, pembayaran SPP, hingga inventaris barang perlu terintegrasi melalui Dashboard RABM di website Masjid Baitul Mu’min,” kata Ustaz Uwes.
Ia juga menambahkan bahwa DKM dan yayasan akan memberikan perhatian lebih terjadwal kepada lembaga pendidikan, minimal melalui rapat bersama RABM dan MDTA setiap empat bulan sekali atau tiga kali dalam setahun.
Selain penguatan tata kelola, DKM juga mendorong RABM untuk memanfaatkan website masjid sebagai media integrasi materi pelajaran dengan game pendidikan. Langkah ini diharapkan dapat membantu proses pembelajaran anak menjadi lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan sinergi antara DKM, yayasan, kepala sekolah, dan guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di lingkungan Masjid Baitul Mu’min.
