Bandung, Siswa RA Baitul Mu’min sebanyak 27 orang dan guru pendamping mengikuti kegiatan Outing Class bertema profesi di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, Rabu, (13 Mei 2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Jalan Sukabumi No.17, Kacapiring, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung ini bertujuan memberikan edukasi dini kepada anak-anak mengenai bahaya api, pencegahan kebakaran, serta mengenalkan profesi petugas pemadam kebakaran sebagai pahlawan keselamatan.
Sejak tiba di lokasi, para siswa terlihat antusias mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan petugas damkar.
Anak-anak tampak diajak berkeliling melihat langsung kendaraan operasional pemadam kebakaran berwarna merah yang terparkir di halaman kantor damkar.
Mereka juga terlihat bermain air di area simulasi penyemprotan air, didampingi guru dan petugas pemadam kebakaran. Suasana kegiatan tampak meriah dan edukatif. Anak-anak mengenakan seragam olahraga berwarna oranye dan biru sambil berlarian di area latihan air.
Kegiatan ini tidak hanya membuat siswa senang, tetapi juga membantu mereka mengenal suasana kerja petugas damkar secara langsung.
Selain pengenalan profesi, siswa juga mendapatkan sosialisasi mengenai penyebab terjadinya kebakaran di lingkungan rumah. Petugas menjelaskan berbagai hal yang dapat memicu kebakaran, seperti kebocoran gas dan penggunaan api yang tidak hati-hati.
Dalam salah satu sesi, siswa diajak mempraktikkan cara memadamkan api akibat kebocoran gas. Anak-anak memperhatikan arahan petugas dengan serius saat sesi edukasi berlangsung di aula. Beberapa siswa juga diberi kesempatan mencoba perlengkapan pemadam kebakaran, termasuk mengenakan pakaian khusus petugas damkar dan helm keselamatan.
Kepala RA Baitul Mu’min, Leni Tresnawati, M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan outing class ini dirancang agar anak-anak dapat belajar langsung dari lingkungan nyata sehingga materi lebih mudah dipahami.
Menurutnya, pengenalan profesi sejak usia dini penting untuk membangun wawasan dan keberanian anak dalam menghadapi situasi darurat.
“Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Mereka tidak hanya mengenal profesi pemadam kebakaran, tetapi juga belajar cara mencegah kebakaran sejak dini,” ujar Leni Tresnawati.
Sesi foto dilakukan bersama antara siswa, guru, orang tua pendamping, dan petugas damkar di Aula Trisna Imam.

Kebersamaan tersebut memperlihatkan dukungan penuh dari sekolah dan orang tua dalam memberikan pengalaman belajar di luar kelas kepada anak-anak.
Petugas damkar menyampaikan bahwa edukasi seperti ini penting diberikan kepada anak-anak karena kesadaran terhadap bahaya kebakaran perlu ditanamkan sejak usia dini. Dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, anak-anak diharapkan memahami langkah dasar penyelamatan diri saat terjadi kebakaran.
Kegiatan outing class ditutup dengan sesi berkeliling menggunakan kendaraan operasional damkar dan bermain air bersama. Melalui kegiatan ini, RA Baitul Mu’min berharap siswa mendapatkan pengalaman belajar yang berkesan, menumbuhkan keberanian, serta meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan diri dan lingkungan sejak usia dini.







