Indonesia | English | العربية

Sayang Kalau Dilewatkan, Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

 


Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriyah. Di dalamnya terdapat hari-hari istimewa yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti dzikir, sedekah, membaca Al-Qur’an, berkurban, serta melaksanakan puasa sunnah. Puasa yang paling dikenal pada bulan ini adalah puasa Dzulhijjah pada tanggal 1–7, puasa Tarwiyah pada tanggal 8, dan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Puasa Dzulhijjah menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah memiliki kedudukan yang sangat agung. Pada hari-hari tersebut, setiap amal saleh memiliki nilai yang besar di sisi Allah. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk mengisi awal bulan Dzulhijjah dengan ibadah yang lebih sungguh-sungguh, termasuk berpuasa bagi yang mampu.

Puasa pada tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah dapat menjadi latihan untuk membersihkan diri dari hawa nafsu dan memperkuat ketakwaan. Dengan berpuasa, seorang muslim tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih hati agar lebih sabar, ikhlas, dan dekat kepada Allah SWT. Ibadah ini menjadi bentuk kesungguhan seorang hamba dalam menyambut hari besar Idul Adha.

Selain puasa Dzulhijjah, umat Islam juga mengenal puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Puasa ini berada sehari sebelum puasa Arafah. Tarwiyah menjadi momentum untuk mempersiapkan diri secara ruhani sebelum memasuki Hari Arafah. Bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji, puasa Tarwiyah dapat menjadi salah satu cara memperbanyak amal saleh di hari-hari utama Dzulhijjah.

Adapun puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa ini memiliki keutamaan yang sangat besar. Dalam hadis disebutkan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Karena keutamaannya yang besar, puasa Arafah sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Hari Arafah juga dikenal sebagai hari ketika Allah SWT banyak membebaskan hamba-Nya dari siksa neraka. Pada hari tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, dzikir, dan amal kebaikan. Puasa Arafah menjadi salah satu amalan utama untuk meraih ampunan dan rahmat Allah SWT.

Niat puasa Dzulhijjah dapat dibaca sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi an adâ’i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta‘ala.”

Niat puasa Tarwiyah:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta‘ala.”

Niat puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi an adâ’i ‘arafata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta‘ala.”

Dengan memahami keutamaan puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan hari-hari mulia ini dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai bulan Dzulhijjah berlalu tanpa peningkatan ibadah. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, serta menjadikan kita termasuk hamba yang memperoleh rahmat dan keberkahan di bulan yang agung ini. Amin..

 

© Masjid Baitul Mu'min