Indonesia | English | العربية

Siswa RA Baitul Mu’min Belajar Profesi Damkar melalui Outing Class

 

Bandung, Siswa RA Baitul Mu’min sebanyak 27 orang dan guru pendamping  mengikuti kegiatan Outing Class bertema profesi di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, Rabu, (13 Mei 2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Jalan Sukabumi No.17, Kacapiring, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung ini bertujuan memberikan edukasi dini kepada anak-anak mengenai bahaya api, pencegahan kebakaran, serta mengenalkan profesi petugas pemadam kebakaran sebagai pahlawan keselamatan.

Sejak tiba di lokasi, para siswa terlihat antusias mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan petugas damkar.

Anak-anak tampak diajak berkeliling melihat langsung kendaraan operasional pemadam kebakaran berwarna merah yang terparkir di halaman kantor damkar. 

Mereka juga terlihat bermain air di area simulasi penyemprotan air, didampingi guru dan petugas pemadam kebakaran. Suasana kegiatan tampak meriah dan edukatif. Anak-anak mengenakan seragam olahraga berwarna oranye dan biru sambil berlarian di area latihan air.

Kegiatan ini tidak hanya membuat siswa senang, tetapi juga membantu mereka mengenal suasana kerja petugas damkar secara langsung.

Selain pengenalan profesi, siswa juga mendapatkan sosialisasi mengenai penyebab terjadinya kebakaran di lingkungan rumah. Petugas menjelaskan berbagai hal yang dapat memicu kebakaran, seperti kebocoran gas dan penggunaan api yang tidak hati-hati.

Dalam salah satu sesi, siswa diajak mempraktikkan cara memadamkan api akibat kebocoran gas. Anak-anak memperhatikan arahan petugas dengan serius saat sesi edukasi berlangsung di aula. Beberapa siswa juga diberi kesempatan mencoba perlengkapan pemadam kebakaran, termasuk mengenakan pakaian khusus petugas damkar dan helm keselamatan.

Kepala RA Baitul Mu’min, Leni Tresnawati, M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan outing class ini dirancang agar anak-anak dapat belajar langsung dari lingkungan nyata sehingga materi lebih mudah dipahami.

Menurutnya, pengenalan profesi sejak usia dini penting untuk membangun wawasan dan keberanian anak dalam menghadapi situasi darurat.

“Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Mereka tidak hanya mengenal profesi pemadam kebakaran, tetapi juga belajar cara mencegah kebakaran sejak dini,” ujar Leni Tresnawati.

Sesi foto dilakukan bersama antara siswa, guru, orang tua pendamping, dan petugas damkar di Aula Trisna Imam.



Kebersamaan tersebut memperlihatkan dukungan penuh dari sekolah dan orang tua dalam memberikan pengalaman belajar di luar kelas kepada anak-anak.

Petugas damkar menyampaikan bahwa edukasi seperti ini penting diberikan kepada anak-anak karena kesadaran terhadap bahaya kebakaran perlu ditanamkan sejak usia dini.  Dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, anak-anak diharapkan memahami langkah dasar penyelamatan diri saat terjadi kebakaran.



Kegiatan outing class ditutup dengan sesi berkeliling menggunakan kendaraan operasional damkar dan bermain air bersama. Melalui kegiatan ini, RA Baitul Mu’min berharap siswa mendapatkan pengalaman belajar yang berkesan, menumbuhkan keberanian, serta meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan diri dan lingkungan sejak usia dini.  


Rapat Panitia Qurban Masjid BM


 Panitia Qurban Masjid Baitul Mu'min menyiapkan pelaksanaan kegiatan Idul Adha dan Qurban 1447 H.

 

Aktivitas Masjid Baitul Mu'min

 

Pembukaan Acara Bakti Sosial Ramadan 1447 H.

 

Bakti Sosial Ramadan 1447 H.

Pemberian santunan oleh DKM Baitul Mu'min

Panitia Idul Adha Masjid BM Matangkan Persiapan Kegiatan Qurban



Bandung,
Panitia Qurban 1447 H Masjid Baitul Mu’min Jatiendah, Cilengkrang, Kabupaten Bandung, kembali mematangkan persiapan pelaksanaan ibadah qurban melalui rapat koordinasi kedua (9 Mei 2026. Rapat ini membahas kesiapan teknis, pendataan pequrban, kebutuhan perlengkapan, pengelolaan lingkungan, hingga pengaturan distribusi daging qurban kepada jamaah dan warga.

Ketua Dewan Penasihat Masjid Baitul Mu’min, Ustadz Heru Heryanto, menegaskan bahwa kegiatan qurban bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bagian dari pelayanan masjid kepada jamaah dan masyarakat sekitar. Menurutnya, kepanitiaan qurban harus menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, terutama karena hewan qurban berasal dari kepercayaan para pequrban dan warga.

“Kegiatan qurban ini menjadi bagian dari pelayanan kepada jamaah dan warga. Tujuan kepanitiaan adalah memberikan layanan terbaik kepada jamaah serta menunaikan amanah dari para pequrban dan warga,” ujar Ustadz Heru Heryanto dalam arahannya.

Ustadz Heru juga menyampaikan bahwa area qurban perlu dilihat sebagai ruang yang memiliki fungsi berkelanjutan. Selain digunakan untuk penyembelihan hewan qurban setahun sekali, area tersebut diharapkan dapat berfungsi sebagai ruang terbuka hijau atau RTH bagi warga pada hari-hari biasa.

Ia turut menekankan pentingnya pengelolaan sampah dalam pelaksanaan qurban tahun ini. Panitia diarahkan untuk meminimalkan produksi sampah, khususnya sampah plastik, serta menggunakan bahan pembungkus yang lebih ramah lingkungan dan mudah diurai.

Ketua DKM Masjid Baitul Mu’min, Ustadz Uwes Fatoni, menyampaikan bahwa pelaksanaan qurban tahun ini sejalan dengan visi besar masjid sebagai pusat pemberdayaan jamaah. Ia menilai kegiatan qurban harus menjadi bagian dari ikhtiar membangun masjid yang bertumbuh, melayani, dan peduli terhadap lingkungan.

“Visi kita adalah menjadi masjid yang bertumbuh dan jamaah berdaya. Ke depan, Masjid Baitul Mu’min juga harus menjadi masjid yang go green, masjid yang peduli lingkungan,” kata Ustadz Uwes Fatoni.

Dalam arahannya, Ustadz Uwes meminta panitia menyiapkan poster informasi mengenai jumlah hewan qurban yang sudah terdaftar. Informasi tersebut dinilai penting agar jamaah mengetahui perkembangan pendaftaran sekaligus memahami batas waktu kolektif hewan qurban.

Ia juga menyoroti pentingnya penyusunan timeline kegiatan pada hari penyembelihan. Menurutnya, alur kerja yang jelas akan membantu setiap seksi bekerja lebih tertib, cepat, dan terkoordinasi sejak persiapan, penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pembungkusan, hingga distribusi.

Salah satu perkembangan penting dalam rapat tersebut adalah rencana adanya bantuan mesin filter air dari jamaah. Dengan adanya filter tersebut, air keran di area masjid diharapkan dapat diolah menjadi air minum sehingga mendukung kebutuhan panitia, jamaah, dan kegiatan masjid ke depan.

Ketua Panitia Qurban 1447 H, Ustadz Aji Jatmika, menyampaikan bahwa waktu menuju hari pelaksanaan tinggal sekitar tiga pekan. Karena itu, ia meminta seluruh koordinator dan anggota seksi meningkatkan intensitas koordinasi, baik di internal divisi maupun melalui grup panitia agar setiap perkembangan dapat diketahui bersama.

“Kita bersyukur karena Allah amanahkan kita menjadi panitia qurban. Ini adalah bagian dari jalan berkhidmat dan berjihad melalui pelayanan kepada jamaah,” ujar Ustadz Aji Jatmika.

Ustadz Aji menyampaikan bahwa target panitia tahun ini adalah 10 ekor sapi. Hingga rapat kedua, berdasarkan laporan seksi pendaftaran pequrban, sudah terkumpul tujuh ekor sapi dan sedang menuju sapi kedelapan, dengan satu orang yang sudah masuk dalam proses kolektif.

Dari sisi administrasi, sekretaris panitia melaporkan bahwa surat izin peminjaman lahan kepada RT 07 dan RT 08 di sekitar area qurban sudah disampaikan. Selain itu, file pedoman penyusunan dokumen, format pendataan, serta dokumen pendukung lainnya sedang disusun untuk memperkuat tata kelola kepanitiaan.

Bendahara melaporkan bahwa saldo kas panitia saat ini berada di angka sekitar Rp9,2 juta. Sementara itu, kebutuhan anggaran atau RAB kegiatan diperkirakan mencapai sekitar Rp18 juta, sehingga setiap seksi diminta menyampaikan kebutuhan dana secara terukur kepada bendahara.

Koordinator lapangan menyampaikan bahwa kerja bakti akan dilaksanakan pada 24 Mei untuk pemasangan tiang-tiang dan persiapan area qurban. Apabila terdapat perlengkapan yang masih diperlukan, setiap seksi diminta segera berkoordinasi dengan tim korlap atau seksi perlengkapan, khususnya kepada Bapak Agus Kurnia atau Bapak Hendi.

Seksi penyembelihan melaporkan bahwa sejumlah alat utama sudah tersedia, termasuk golok tajam, alat peroboh sapi, dan perlengkapan pendukung lainnya. Tim penyembelihan akan melibatkan beberapa petugas, di antaranya Ustadz Aji, Bapak Waluyo, Bapak Heru, Bapak Hendi, dan Mas Anfa.

Panitia menilai proses penyembelihan perlu dilakukan lebih efisien dibanding tahun sebelumnya. Jika penyembelihan satu ekor sapi sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 30 sampai 40 menit, tahun ini panitia berharap alurnya dapat dibuat lebih rapi tanpa mengabaikan aspek keselamatan, kebersihan, dan ketentuan syariah.

Selain aspek teknis, penyembelihan sapi pertama juga diusulkan untuk didokumentasikan sebagai sarana edukasi dan syiar kebaikan. Panitia juga membuka kemungkinan bagi pequrban yang ingin menyembelih sendiri hewan qurbannya, namun tetap dengan pendampingan dan pengawasan agar proses penyembelihan sesuai koridor syariah.

Seksi pengulitan, konsumsi, pembungkusan, perlengkapan, penurunan daging, perecahan, pemotongan tulang, distribusi, keamanan, transportasi, shalat Id, dan dokumentasi turut menyampaikan perkembangan masing-masing. Beberapa poin yang dibahas antara lain kesiapan dua tim pengulitan, konsumsi untuk kerja bakti dan takbiran, penggunaan goodie bag untuk pequrban, tersedianya 1.000 lembar plastik go green, kebutuhan pendataan pequrban, serta pengaturan distribusi agar lebih tertib.

Rapat juga membahas keterlibatan unsur RT, relawan, lembaga masjid, Tarka, dan Prestasi dalam pelaksanaan qurban. Para ketua RT mengusulkan pengiriman tiga orang utusan untuk membantu pada hari pelaksanaan, sementara seksi distribusi menegaskan pentingnya data lengkap pequrban, panitia, relawan, dan warga agar pembagian daging dapat berjalan lebih adil, tertib, dan tepat sasaran.

Melalui rapat koordinasi kedua ini, Panitia Qurban 1447 H Masjid Baitul Mu’min menegaskan komitmen untuk menyelenggarakan qurban secara amanah, tertib, efisien, ramah lingkungan, dan berorientasi pada pelayanan jamaah. Dengan persiapan yang semakin matang, kegiatan Idul Adha tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ibadah penyembelihan hewan qurban, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan, kepedulian sosial, dan gerakan masjid peduli lingkungan.

Ustadz Ahmad Humaedi: Silaturahim sebagai Kunci Surga dan Kedamaian Hati

 


Bandung – Masjid Baitul Mu'min menyelenggarakan acara puncak rangkaian kegiatan bulan suci Ramadan dengan tajuk Halal Bi Halal yang meriah dan penuh kekeluargaan. Acara ini menjadi ajang silaturahmi bagi warga RW 15 serta para jemaah untuk mempererat tali persaudaraan pasca-Idul Fitri 1447 H.

Dalam tausiah utamanya, Ustadz Dr. H. Ahmad Humaedi, M.Si. menekankan bahwa tradisi Halal Bi Halal di Indonesia merupakan sarana positif untuk menyatukan elemen bangsa. Beliau merujuk pada sejarah peristiwa tahun 1948 di mana para tokoh bangsa menggunakan momentum ini untuk meredam friksi di tengah masyarakat.

Ustadz Ahmad Humaedi menjelaskan bahwa inti dari kegiatan ini adalah silaturahim. Menurut beliau, merujuk pada pandangan Imam Nawawi, silaturahim bermakna berbuat baik kepada kerabat, yang menjadi ciri utama orang beriman.

Lebih lanjut, beliau menyoroti pentingnya menjaga hubungan dengan Allah sebagai fondasi utama kebahagiaan. Seseorang yang hatinya tersambung dengan Allah akan merasakan kedamaian, terutama saat mendengar azan atau melakukan ibadah.

Salah satu pesan yang disampaikan adalah mengenai keikhlasan dalam memberi. Ustadz Ahmad mengingatkan bahwa harta yang dimiliki hendaknya digunakan sebagai sarana untuk memperkuat silaturahim dengan membantu saudara-saudara yang membutuhkan.

Beliau juga memberikan nasihat praktis mengenai konflik rumah tangga. Ustadz Ahmad menekankan pentingnya mengucapkan salam untuk mendinginkan suasana saat terjadi perselisihan. 

"Sekesal-kesalnya kita, salam adalah pembuka pintu damai," ujar beliau.

Dalam ceramahnya, beliau menyebutkan bahwa silaturahim adalah salah satu jalan menuju surga. Beliau mengutip hadis Rasulullah SAW tentang empat hal: menebarkan salam, memberi makan, menjaga silaturahim, dan salat malam.

Selain itu, silaturahim dipercaya dapat meluaskan rezeki dan memanjangkan usia. Beliau menjelaskan bahwa usia panjang tidak sekadar durasi hidup, melainkan keberkahan usia di mana seseorang dimudahkan untuk melakukan berbagai kebaikan.

Menyinggung fenomena saat ini, beliau mengingatkan agar umat Islam tidak hanya berinteraksi melalui stiker atau pesan digital. 

"Pertemuan langsung adalah bentuk silaturahim yang sesungguhnya," tegas beliau.

Acara juga diisi dengan laporan panitia yang disampaikan oleh Mas Anfa. Ia mengungkapkan keberhasilan program seperti Ramadan Camp yang sempat vakum dan akhirnya terlaksana kembali tahun ini.

Ketua DKM Masjid Baitul Mu'min, H. Uwes Fatoni, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan rangkaian acara Ramadan 1447 H.

Ketua RW 15, Ustadz Heru Heryanto, dalam sambutannya mengajak warga untuk terus menjaga konsistensi ibadah pasca-Ramadan. Beliau mengingatkan bahwa bentuk ketaatan terbaik adalah yang terus berlanjut setelah bulan suci berakhir.


 

MT Pintu Ampunan bagi Pemaaf

 


Rapat Panitia Qurban Masjid BM

 


Spanduk Qurban Masjid BM

 


Rundown Ramadan

MTBM Sediakan SiJum untuk Jamaah Shalat Jumat Masjid Baitul Mu’min

 

Bandung, Majelis Taklim Baitul Mu’min kembali menggelar kegiatan Konsumsi Jumat atau SiJum pada Jumat, 24/04/2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pelayanan dan kepedulian Majelis Taklim Baitul Mu’min kepada jamaah Shalat Jumat di Masjid Baitul Mu’min.

Dalam kegiatan tersebut, pengurus Majelis Taklim Baitul Mu’min menyiapkan dan membagikan konsumsi kepada jamaah setelah pelaksanaan Shalat Jumat. Sejumlah pengurus terlibat langsung dalam proses pembagian makanan dengan suasana tertib dan penuh kebersamaan.

SiJum pada kesempatan ini terselenggara berkat dukungan penyedia konsumsi dari warga RT 02 serta para donatur. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam kelancaran kegiatan, sehingga jamaah Masjid Baitul Mu’min dapat menerima konsumsi Jumat sebagai wujud sedekah dan kepedulian sosial.

Ketua Majelis Taklim Baitul Mu’min, Ibu Leni Tresnawati, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, terima kasih pada penyedia SiJum hari ini, 24 April 2026, warga RT 02, dan juga seluruh donatur untuk jamaah Shalat Jumat Masjid Baitul Mu’min,” ujarnya.

Ibu Leni juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Majelis Taklim Baitul Mu’min yang bertugas dalam kegiatan SiJum. Ia menilai keterlibatan para pengurus menjadi bukti bahwa kegiatan sosial keagamaan dapat berjalan baik apabila dilakukan secara bersama-sama dan penuh keikhlasan.

“Terima kasih juga untuk pengurus Majelis Taklim Baitul Mu’min yang bertugas hari ini,” ungkap Ibu Leni. Ia turut mendoakan agar seluruh pihak yang terlibat mendapatkan keberkahan dari Allah SWT atas kontribusi dan kepedulian yang telah diberikan.



Secara tidak langsung, kegiatan SiJum yang digelar Majelis Taklim Baitul Mu’min menjadi sarana memperkuat ukhuwah antara pengurus, warga, donatur, dan jamaah masjid. Program ini juga menunjukkan bahwa majelis taklim tidak hanya berperan dalam kegiatan pengajian, tetapi juga aktif menghadirkan manfaat sosial bagi lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan Konsumsi Jumat SiJum, Majelis Taklim Baitul Mu’min berharap semangat berbagi dan gotong royong di lingkungan masjid terus tumbuh. “Semoga keberkahannya juga mengalir kepada kita semua. Jazakumullah khairan katsiran. Baarakallahu fiikum,” tutur Ibu Leni Tresnawati. 



Teguhkan Semangat Kebersamaan dan Keberlanjutan Ibadah

 


Masjid Baitul Mu’min dipadati ribuan jemaah saat pelaksanaan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H yang bertepatan dengan 21 Maret 2026. Suasana berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur sebagai penanda berakhirnya Ramadan.

Dalam khutbahnya, Ustadz Ali Abu Sabiq, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT secara berkelanjutan.

“Idul Fitri harus menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, bukan hanya dirayakan secara lahiriah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadan dengan mengutip pandangan Imam Ibnu Rajab al-Hambali bahwa keberlanjutan amal merupakan indikator diterimanya ibadah selama bulan suci.

“Amalan setelah Ramadan adalah tanda diterimanya amalan selama Ramadan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kebiasaan baik seperti membaca Al-Qur’an dan melaksanakan salat malam perlu terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan kembali lalai setelah Ramadan. Jadikan ibadah sebagai kebutuhan, bukan hanya kebiasaan musiman,” tegasnya.

Dalam khutbah bertema Al-Muhafazah ‘ala Ibadah, ia menyampaikan bahwa ibadah tidak boleh dibatasi oleh waktu tertentu dan harus dilakukan secara konsisten sepanjang tahun.

“Ibadah tidak mengenal batas waktu. Ia harus hidup dalam setiap aktivitas kita,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya hubungan sosial antarsesama manusia serta mengajak jemaah untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Tidak sempurna iman seseorang ketika ia kenyang sementara tetangganya kelaparan,” ujarnya mengutip hadis Nabi Muhammad SAW.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam perspektif mazhab Syafi’i, cakupan tetangga sangat luas hingga mencapai 40 rumah ke berbagai arah.

“Ini menunjukkan betapa luasnya tanggung jawab sosial seorang Muslim,” tambahnya.

Momentum Idul Fitri, lanjutnya, harus dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahim, terutama dengan orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.

“Jangan pernah lupakan doa untuk kedua orang tua dalam setiap kesempatan,” pesannya.

Ia turut mengingatkan jemaah agar tidak melupakan kondisi umat Islam di berbagai belahan dunia, termasuk Palestina, serta mendorong lahirnya solidaritas melalui doa dan bantuan nyata.

“Saudara kita di Palestina membutuhkan doa dan kepedulian kita,” ucapnya.

Menutup khutbahnya, ia mengajak jemaah untuk memakmurkan masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatan umat secara berkelanjutan.

“Masjid harus tetap hidup, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi sepanjang waktu,” pungkasnya.

 

Apa Itu Fajar Shadiq? Pengertian, Ciri-ciri, dan Kaitannya dengan Waktu Subuh

 



Fajar shadiq merupakan salah satu peristiwa alam yang sangat penting dalam Islam karena menjadi penanda masuknya waktu sholat Subuh. Memahami perbedaan antara fajar shadiq dan fajar kadzib membantu umat Islam menentukan waktu ibadah secara tepat.

Rasulullah ï·º bersabda:

“Waktu sholat Subuh adalah sejak terbit fajar (shadiq) selama matahari belum terbit.”
(HR. Muslim)


Pengertian Fajar Shadiq

Menurut buku Kajian Waktu Subuh karya Marataon Ritonga dkk., fajar shadiq adalah cahaya putih terang yang menyebar horizontal di ufuk timur setelah hilangnya fajar kadzib.

Secara astronomi, fajar shadiq terjadi karena hamburan sinar Matahari oleh atmosfer bagian atas sebelum Matahari terbit. Inilah tanda awal dimulainya siang hari secara syar’i.

Ketika fajar shadiq muncul:

  • Waktu shalat Subuh telah masuk

  • Waktu sahur berakhir bagi orang yang hendak berpuasa

Dalam Al-Qur’an, peristiwa ini diisyaratkan sebagai:

“Terang bagimu benang putih dari benang hitam.”
(QS. Al-Baqarah: 187)

Ungkapan ini menggambarkan peralihan dari gelapnya malam menuju munculnya cahaya fajar.


Ciri-ciri Fajar Shadiq

Berikut ciri-ciri utama fajar shadiq yang dapat dikenali:

  • Berwarna putih terang

  • Cahaya menyebar secara mendatar (horizontal) di ufuk timur

  • Intensitas cahaya terus meningkat secara perlahan

  • Tidak redup atau menghilang setelah muncul

Meski secara ilmiah mengandung rona kebiruan, warna tersebut sulit terlihat oleh mata karena cahaya masih sangat halus.

Kemunculan fajar shadiq menandai dimulainya waktu Subuh dan berakhir saat Matahari terbit.


Kaitan Fajar Shadiq dengan Waktu Sholat Subuh

Dalam kitab Fiqh as-Sunnah karya Sayyid Sabiq (terjemahan Khairul Amru Harahap dkk.), dijelaskan bahwa:

  • Awal waktu sholat Subuh dimulai saat terbit fajar shadiq

  • Akhir waktunya adalah saat matahari terbit

Hal ini menjadi kesepakatan para ulama. Namun, terdapat perbedaan pendapat tentang waktu paling utama (afdhal) melaksanakan sholat Subuh.

Pendapat Ulama tentang Waktu Afdhal Sholat Subuh

  1. Abu Hanifah, Ats-Tsauri, dan sebagian ulama Irak berpendapat:

    • Waktu paling utama adalah saat cahaya Subuh sudah mulai terang.

  2. Imam Malik, Imam Syafi’i, Ahmad bin Hanbal, Abu Tsaur, dan Dawud berpendapat:

    • Waktu paling utama adalah di awal waktu, ketika masih gelap.

Perbedaan ini terjadi karena perbedaan dalam memahami dan mengompromikan dalil hadits.


Kesimpulan

Fajar shadiq adalah cahaya putih yang menyebar di ufuk timur dan menjadi tanda masuknya waktu sholat Subuh serta berakhirnya waktu sahur. Memahami ciri-cirinya membantu umat Islam beribadah lebih tepat waktu sesuai tuntunan syariat.


Masjid Baitul Mu'min Raih Juara dalam Lomba Website Pusdai Jawa Barat

 


BANDUNG, CILENGKRANG - Masjid Baitul Mu'min Jatiendah Cilengkrang Bandung menjadi salah satu juara dalam perlombaan website masjid yang diselenggarakan oleh Pusat Dakwah Islamiyah (Pusdai) Jawa Barat yang diumumkan pada Jum’at, (12/02/2021).

Lomba Website Masjid ini merupakan kegiatan penutupan dari rangkaian peringatan Milad Pusdai ke-23.

Pengumuman lomba website masjid disampaikan oleh H. Ijang Faisal, M.Si, Ketua panitia lomba website masjid, di ruang utama Masjid Pusdai setelah pelaksanaan shalat Jum’at.

Kegiatan penutupan peringatan Milad Pusdai Jabar ini dihadiri oleh Ketua Pusdai Jawa Barat, KH. M. Choirul Anam, MZD beserta seluruh pengurus serta perwakilan dari Gubernur Jawa Barat dan para Ketua DKM pemenang lomba website masjid.

Penetapan pemenang lomba website masjid tingkat Jawa Barat ini didasarkan surat keputusan Ketua Pusdai Jawa Barat Nomor 01.15/6-23/pusdai/s.keputusan/II/2021 dengan Juara 1 Masjid Al-Ukhuwah Kota Bandung, Juara 2 Masjid Agung Cipaganti Kota Bandung, Juara 3 Masjid Agung Ciamis, Juara Harapan 1 masjid Baiturrahman PT DI Kota Bandung, Juara Harapan 2 Masjid Ikomah UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Juara Harapan 3 Masjid Baitul Mu’min Jatiendah Cilengkrang Kabupaten Bandung.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Lomba menyampaikan bahwa lomba website masjid ini diikuti oleh 27 masjid di tingkat pemerintah Provinsi dibawah BPIC (Badan Pengelola Islamic Center), masjid tingkat lingkungan, masjid wisata dan masjid kampus. Menurutnya lomba masjid ini bukan untuk mencari juara 1, 2 atau 3 tapi untuk membangun kesadaran umat Islam terutama pengurus DKM agar bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman terutama di masa wabah Covid-19 saat ini.

“Pandemi ini merubah kebiasaan orang, yang tadinya tidak melek IT jadi melek IT. DKM sebagai Khadimul masjid, pelayan masjid, bisa melakukan inovasi dan improvisasi dalam berdakwah sesuai dengan perkembangan zaman saat ini termasuk melalui penyiapan website masjid bagi jamaahnya,” ungkapnya.

Lomba webiste masjid ini menurut Ketua Pusdai Jawa Barat, KH. M. Choirul Anam, MZD menjadi rangkaian dari peringatan milad Pusdai Jawa Barat ke-23 yang jatuh pada tanggal 2 Desember 2020. Namun, karena kondisi pandemi covid-19, milad tahun ini dilaksanakan secara sederhana salah satunya dengan lomba website masjid ini.

Rencananya untuk mendukung agar pengurus DKM seluruh Jawa Barat melek IT, Pusdai Jawa Barat berencana akan melaksanakan pelatihan pembuatan website masjid kerjasama dengan Kemenag, MUI, dan Dewan Masjid Indonesia tahun 2021.

****

Diadaptasi dari Berita di https://ptipd.uinsgd.ac.id/berita-uin/view/28884

 

Melirik Kinerja KSBM Cilengkrang Kabupaten Bandung

 

BANDUNG, CILENGKRANG - Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap kinerja bisnis dunia usaha. Sebagai wadah perekonomian rakyat, Koperasi Syariah Baitul Mu’min (KSBM) pun merasakan hal tersebut.

Ketua KSBM Elly Yessy mengatakan, meski pandemi pihaknya tetap melakukan Musyawarah Anggota Tahunan (MAT) ke-5. Kali ini, kegiatan rutin tutup tahun buku itu dilakukan secara hybrid. MAT dilaksanakan pengurus, dewan penasihat, dan dewan pengawas secara langsung di ruang utama Masjid Baitul Mu’min Jatiendah Cilengkrang Kabupaten Bandung. Kegiatan pun diikuti 250 anggota secara virtual.

Elly menuturkan, hingga saat ini KSBM memiliki anggota sebanyak 544 orang. Total modal yang dimiliki mencapai Rp1,3 miliar dan sisa hasil usaha (SHU) sebesar Rp81,3 juta.

“Perolehan SHU pada 2020 mengalami penurunan 29,1% dibandingka tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan adanya pandemi Covid-19 yang membuat perekonomian masyarakat mengalami penurunan termasuk kegiatan usaha di KSBM,” kata Elly, Senin (15/3/2021).

Dia menjelaskan, beberapa unit usaha KSBM yang dikembangkan saat ini di antaranya toko swalayan KSBM Mart dan KSBM Fresh yang menjual sayur mayur. Unit usaha tersebut diakuinya melengkapi unit usaha yang ada yakni simpanan, perniagaan, cicilan barang, pinjaman, penyertaan modal, pelayanan jasa, dan payment.

“Rencananya, KSBM pada 2021 akan menyiapkan KSBM Go Digital,” tambahnya.

Dia menambahkan, keberhasilan kegiatan KSBM ini sesuai dengan hasil pengawasan yang dilakukan Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung pada Rabu (3/3/2021) lalu. Berdasarkan penilaian, KSBM mendapatkan skor pengawasan kepatuhan sebesar 88 dan skor kesehatan sebesar 79. Skor itu diakuinya menandakan KSBM meraih peringkat satu dalam penilaian pengawasan koperasi.

Perkembangan KSBM ini juga sempat menarik perhatian civitas akademika jurusan ekonomi untuk meneliti keberhasilan koperasi syariah ini. Tercatat paling tidak dua riset yang dipublikasikan di jurnal ilmiah nasional. Kedua tulisan tersebut mendeskripsikan keberhasilan KSBM dalam meningkatkan jumlah anggota, jumlah modal, dan juga berbagai produk yang disediakan sejak 2016. Termasuk, penerapan metode model business model canvas (BMC) sehingga KSBM mudah melakukan pengembangan dan perbaikan bisnis.

Sementara itu, Kepala Bidang Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung Hanni Hanuraini mendorong KSBM bisa lebih profesional dan maju. Secara umum, dia menyampaikan kondoisi perkoperasian di Kabupaten Bandung. Saat ini, terdapat 800 unit koperasi, 300 di antaranya memberikan pelaporan dan 200 melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT).

Dia menyebutkan, hampir 70% koperasi menolak dilakukan pengawasan kepatuhan dan kesehatan. Padahal, RAT tetap harus dilaksanakan sebagai bentuk laporan kepada anggota. Dari 235 unit koperasi itu ada 50 unit yang mengikuti pengawasan kepatuhan, kesehatan, berprestasi, dan pemeringkatan. (dnr)

Mahasiswa Prodi Akuntansi FEB Unisba Berdayakan Koperasi Syariah

 


BANDUNG, CILENGKRANG - Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unisba melakukan pemberberdayaan kepada Koperasi Syariah Baitul Mu’min ( KSBM ) Desa Jatiendah, Kec. Cilengkrang, Bandung  melalui Proyek Independen MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) Tahun Akademik 2021/2022 yang dilaksanakan di selama kurun waktu April s.d. Mei 2022.

Kegiatan ini diketuai oleh Dimas Nurjaya dengan anggota Dian Nur Halisyah, Vannisa Regita Putri dan Hanisa Nezla Hendiyani, serta dibimbing oleh dosen Asri Suangga, SE.,M.Si,Ak,CA).

Ketua tim mengatakan, kegiatan ini terlaksana karena kurangnya kualitas sumber daya manusia sebagai pengurus yang memahami dalam pelaksanaan kegiatan yang ada di dalam KSBM, dengan mayoritas pengurus yang merupakan Ibu Rumah Tangga dan tidak memiliki latar belakang Ilmu Ekonomi dan Koperasi Syariah.

Disamping itu tambahnya, karena kurangnya penegakan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam proses pinjaman ataupun pembiayaan barang. “Seperti pelunasannya yang tidak sesuai dengan akad yang sudah ditentukan sehingga akan berpengaruh terhadap cash flow dimana pelaksanaan operasional KSBM yang masih konvensial, belum maksimal dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi,” jelasnya.

Menurutnya, hal ini  dapat menimbulkan adanya ancaman di masa yang akan mendatang seperti ketatnya persaingan dengan toko kelontong milik warga sekitar ataupun minimarket, rentenir yang kehilangan pasarnya di wilayah Komplek Pasir Jati RW 15, serta minimnya pemahaman masyarakat terhadap koperasi dengan prinsip syariah.

Dimas mengatakan, pemberdayaan ini dilakukan dengan memberikan saran untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kualitas produk dan pelayanan jasa dalam pengelolaan KSBM, serta melakukan koordinasi yang baik dengan Dinas Koperasi dalam upaya pembinaan pengembangan KSBM. Selain itu, KSBM perlu memaksimalkan dalam pemanfaatan sosial media dan melakukan inovasi menarik untuk melakukan promosi agar menarik minat masyarakat untuk bergabung dengan KSBM.

Ia menambahkan,  KSBM juga perlu memaksimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pengelolaan usaha KSBM. “KSBM harus menjadi koperasi “Go-Digital” yang mempunyai 1 aplikasi khusus, agar pengurus maupun anggota KSBM dapat mengakses segala informasi hanya dalam 1 aplikasi,” ujarnya.(ask/png)

 ****

Pernah dimuat di https://mediakampus.info/mahasiswa-prodi-akuntansi-feb-unisba-berdayakan-koperasi-syariah/

Bupati Bandung Apresiasi Koperasi Warga Pencegah Rentenir

 


CILENGKRANG  – Bupati Bandung Dadang Supriatna didampingi Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan melaksanakan Jumat Keliling di Masjid Baitul Mu’min, RT 08/RW 15, Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Jumat (14/5/21).

Turut serta para kepala perangkat daerah dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung pada kegiatan Bupati Bandung di hari kedua Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah ini.

Bupati mengatakan Jumling merupakan salah satu media untuk menyapa warga secara langsung, dan menjadi momen silaturahim lebaran dengan warga setempat.

Dadang Supriatna menyebut dirinya sudah menggelar Jumling 28 kali. Pada setiap Jumling kerap Dadang menemukan potensi-potensi yang inovatif. Termasuk saat berkunjung ke Komplek Pasirjati, RW 15 Jati Endah ini.

Kang DS, sapaan Dadang Supriatna menilai, kreatifitas dan inovasi warganya sangat bagus, kekompakannya luar biasa.

“Salah satunya, guyub membuat Koperasi Konsumen Syariah Baitul Mu’min (KSBM). Koperasi yang dibangun dalam upaya menghindarkan warga dari rentenir. Tentunya hal ini patut diapresiasi dan menjadi contoh warga lainnya di Kabupaten Bandung”, ucap Kang DS.

Gerakan wirausaha membentuk koperasi tersebut, menurutnya bisa memutar perekonomian rakyat. “Mudah-mudahan dengan perputaran perekonomian rakyat ini, kita bisa bersinergi, apakah nanti akan kita teruskan ke Bumdes. Kalau bumdes tidak jalan bisa kita titipkan pada koperasi ini. Sehingga dapat diputarkan di wilayah Jati Endah”, harapnya.

Bupati menambahkan pihaknya juga akan memperhatikan fasilitas-fasilitas umum di desa setempat. “Saya intruksikan kepala desa untuk berkoordinasi dengan para Ketua RW nya dan pengembangnya untuk segera melakukan penyerahan fasum-fasum tersebut”, ungkapnya.

Ketua RW 15, Heru Heryanto menambahkan, KSBM ini adalah koperasi rintisan yang berbasis anggotanya adalah jamaah masjid.

“Gerakan utamanya, adalah mengalihkan tabungan anggota dan mengalihkan belanja rutin bulanan ke KSBM. Aktivitas utama ini memiliki dampak yang luar biasa, dari sisi ekonomi, sosial, pembangunan dan dakwah”, jelas Heru Heryanto.

Usai Jumling, Kang DS bersama Forkopimda meninjau penerapan protokol kesehatan (Protkes) Covid-19 di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) di Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan.

“Kita sama-sama memantau lokasi Wisata Tahura. Dari pemantauan kami, bisa terkendali, protkesnya cukup baik dan teratur. Di sini juga ada pembatasan waktu, tidak sampai larut malam. Kita terus ingatkan, kapasitas pergerakan juga dikurangi dan selalu jaga jarak. Dan saya ingin ini berlaku di seluruh objek wisata di Kabupaten Bandung, agar Covid-19 dapat dikendalikan dan menghilang dari bumi ini,” tandas bupati.

***

Berita ini Pernah diterbitkan di https://www.balebandung.com/bupati-bandung-apresiasi-koperasi-warga-pencegah-rentenir/

Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung Dorong KSBM Lebih Profesional

 

CILENGKRANG -- Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung Hanni Hanuraini mendorong Koperasi Syariah Baitul Mu'min (KSBM) lebih profesional dan maju lagi. Hal itu dia sampaikan dalam sambutan kegiatan daring musyawarah Anggota Tahunan (MAT) KSBM ke-5, Sabtu (13/3/2021).

Kegiatan rapat anggota melalui zoom ini dilaksanakan oleh KSBM dengan dihadiri oleh pengurus, dewan penasihat dan dewan pengawas secara langsung di ruang utama Masjid Baitul Mu'min di Desa Jatiendah, Cilengkrang, Kabupaten Bandung, serta diikuti secara virtual oleh 250 anggota, Camat Cilengkrang, dan Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM.

Dalam sambutannya Hanni Hanuraini menyampaikan, informasi tentang koperasi di Kabupaten Bandung dan kegiatan Bidang kelembagaan dan pengawasan Dinas Koperasi dan UKM.

"Saat ini terdapat 800 koperasi, 300 di antaranya memberikan pelaporan dan 200 melaksanakan Rapat Anggota Tahunan. Hampir 70% koperasi menolak dilakukan pengawasan kepatuhan dan kesehatan oleh Dinas Koperasi dan UKM. Padahal, meski masa pandemi, rapat anggota tetap harus dilaksanakan sebagai bentuk laporan kepada anggota. Dari 235 koperasi ada 50 koperasi yang mengikuti pengawasan kepatuhan, kesehatan, berprestasi dan pemeringkatan. Koperasi yang berprestasi tersebut akan diundang dalam kegiatan Bimtek yang akan diselenggarakan akhir bulan Maret 2021," ungkapnya.

Camat Cilengkrang Edi Kusnadi dalam sambutannya juga turut mengapresiasi keberadaan KSBM yang sudah berdiri sejak 2016 ini. Beliau mengucapkan selamat atas pelaksanaan MAT yang ke-5 tersebut dan menyampaikan harapan dan doa agar KSBM semakin maju.

"Saya merasa bangga dan mengapresiasi keberadaan koperasi syariah ini. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi masyarakat. Ke depannya KSBM bisa lebih maju lagi dan bisa menularkan serta berbagi pengalaman pengelolaan koperasi pada DKM masjid-masjid lain di Desa Jatiendah dan Kecamatan Cilengkrang pada umumnya. Kepada pada anggota besarkanlah koperasi kita ini karena koperasi adalah sokoguru perekonomian bangsa, dengan prinsip dari kita untuk kita," ungkapnya.

Pengurus KSBM dalam MAT ke-5 ini menyampaikan laporan, KSBM telah memiliki anggota 544 orang dengan jumlah modal mencapat Rp1,3 miliar dan Sisa Hasil Usaha (SHU) Rp81,3 juta. Perolehan SHU tahun 2020 ini mengalami penurunan 29,1% dibandingkan SHU tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan adanya pandemi Covid-19 yang membuat perekonomian masyarakat mengalami penurunan termasuk kegiatan usaha di KSBM.

Beberapa Unit usaha KSBM yang telah dikembangkan saat ini di antaranya KSBM Mart atau toko swalayan, dan KSBM Fresh, atau penjulanan sayur mayur yang pelayanannya dilaksanakan pada pagi hari. Unit usaha tersebut melengkapi unit usaha yang sudah ada yaitu simpanan, perniagaan, cicilan barang, pinjaman, penyertaan modal, pelayanan jasa, dan payment. Rencananya KSBM pada tahun 2021 akan menyiapkan KSBM Go Digital.

Perkembangan KSBM ini juga turut menarik perhatian mahasiswa S1 dan S2 serta dosen jurusan ekonomi untuk meneliti keberhasilan koperasi syariah ini. Tercatat paling tidak dua riset yang telah dipublikasikan di jurnal ilmiah nasional yaitu tulisan Intan Nurrachmi, dosen di Universitas Islam Bandung bersama Setiawan, dosen Politeknik Negeri Bandung berjudul “Peran Koperasi Syariah Sebagai Pusat Kegiatan Muamalah Jamaah Masjid (Studi Kasus Koperasi Syariah Baitul Mu’min Komplek Pasir Jati, Desa Jati Endah Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung) yang diterbitkan di JURNAL ILMIAH MIZANI: Wacana Hukum, Ekonomi, dan Keagamaan, Fakultas Hukum Islam IAIN Bengkulu Volume 7 Nomor 1 Bulan Juni tahun 2020 .

Artikel kedua tentang KSBM berjudul “Analisis Penerapan Business Model Canvas pada Koperasi Syariah” diterbitkan di Malia: Jurnal Ekonomi Islam, Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Yudharta Pasuruan Volume 12 Nomor 1 Bulan Desember Tahun 2020.  Kedua tulisan tersebut mendeskripsikan keberhasilan KSBM dalam meningkatkan jumlah anggota, jumlah modal, dan juga berbagai produk yang disediakan sejak tahun 2016, termasuk penerapan metode model bisnis canvas atau Business Model Canvas (BMC) sehingga KSBM mudah melakukan pengembangan dan perbaikan bisnisnya.

Keberhasilan kegiatan KSBM ini sesuai dengan hasil pengawasan yang dilakukan oleh Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung pada 3 Maret 2021, mendapatkan skor pengawasan kepatuhan KSBM sebesar 88 dan skor kesehatan KSBM sebesar 79. Skor ini menandakan bahwa KSBM meraih peringkat satu dalam penilaian pengawasan koperasi.

Dipublikasi ulang dari https://www.ayobandung.com/soreang/pr-79716187/dinas-koperasi-dan-ukm-kabupaten-bandung-dorong-ksbm-lebih-profesional

© Masjid Baitul Mu'min